Skip to main content

Be a happy woman

Untuk awal penulisan saya mau mulai dari diri saya dulu sebagai wanita.  Saya adalah wanita yang terlahir pertama dari empat bersaudara.  Saat ini saya tumbuh sebagai istri dan ibu dari empat anak.  Kebersamaan saya dalam pernikahan ini sudah terjalin selama hampir 20 tahun.  Pastinya banyak banget dong moment yang sudah dilalui, jalannya pun beragam banget deh lurus, berbelok, nanjak dikit, nanjak banget sampe nyungseb, turun dikit, turun banget di tikungan terus nyungseb lagi.  Pokoe kaya baso aci paket komplet lah.... Begitulah hidup ini adalah serangkaian proses melewati ujian dan mencari solusi dari setiap masalah.

Sebagai seorang wanita,istri dan seorang ibu, sungguh di perjalanan ini memerlukan  energi yang luar biasa.  Butuh kesehatan mental dan fisik yang optimal.  Beneran deh.. supaya apa?  ya sudah jelas lah yaa ketika mental dan fisik kita sehat, kita sebagai manajer rumah tangga insyaAlloh bisa membangun sebuah generasi yang insyaAlloh akan bermanfaat untuk diri dan lebih jauh lagi untuk orang lain, masyarakat, agama dan negara.  Karena begitulah kita hidup ini sebaiknya bermanfaat. 

No debat, wanita sebagai istri dan ibu itu harus sehat, jangankan sakit yang berat (naudzubillaahi mindzalik) seorang ibu filek aja, kekacauan kecil di rumah seketika terjadi, iya gak? alih alih kita lagi istirhat, tiba tiba si bungsu harus mandi, tetep harus nyipain sarapan, belum lagi nanti si Bapak nanya letak celana dalam.  Begitulah kesehatan fisik harus selalu terjaga.

Selebihnya yang penting lagi mentalnya juga, emosi stabil di level ceria dan bahagia.  Karena ini akan membawa vibes kebahagiaan di rumah.  Anak anak dan suami kan terbawa seneng juga, makanan berasa enak, semangat belajar meningkat, terbina kerukunan aaah pokoe menyenangkan ketika semua kondusif.  Dan begitulah kuncinya ternyata rumah tangga yang sehat dan bahagia ada di kesehatan mental seorang wanita yang berperan menjadi Ibu.

Jadi bagaimana seorang wanita itu bahagianya? dengan segudang beban dan tanggung jawab dan juga tantangannya..  Seakan wanita itu harus sempurna dengan segala kekurangan dan kelebihanya.  Tapi mungkin kita simplekan saja bahwa kita di dunia ini menjalankan peran, jadi mari kita terima saja apa yang harus kita perankan, kita jalani dengan penuh keimanan dan selalu penuh syukur.  Karena begitulah dengan banyak bersyukur kenikmatan akan berlimpah.

So woman, mari perbanyak syukur , then we can be a happy woman..

  

Comments